Postingan Populer

Rabu, 02 Oktober 2019

Learning Together with Mr. Callum



SpentiTi.News-.  Suatu kehormatan luar biasa bagi SMP Negeri 3 Sano Nggoang, hari ini Rabu (3/10), menadapatkan kunjungan dari Mr. Callum, yang didampingi oleh Muhamad Buhar (Boe Berkelana), Guide yang juga anak tanah dari kampung Naga, tempat dimana SMP Negeri 3 Sano Nggoang berdiri.
Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Sano Nggoang, Abdul Sudin, S.Ag, salam sambutannya merasa bersyukur dengan kedatangan Mr. Callum.

"Kami SMP Negeri 3 Sano Nggoang, sangat bersyukur dengan kedatangan Mr. Callum di Sekolah ini. Terimah kasih kepada Ase Boe yang telah telah mendatangkannya di Sekolah ini. Dengan kehadiran Ase dan Mr. Callum,t kami generasi penerus di sekolah ini termotivasi untuk terbelajar bahasa Inggris. Karena bahasa Inggris merupakan bahasa dunia yang wajib dikuasai" tegas Kepala Sekolah yang akrab disapa Pak Abdul.
Dalam pertemuan dengan Mr. Callum tersebut, didampingi oleh Boe Berkelana, peserta didik diajarkan bagaimana memperkenal diri dengan bahasa Inggris dan belajar mengenal Benua Australia.
Pantauan Spenti News, Peserta didik sangat antusias belajar bersama Mr. Callum. Mereka berani bertanya, memperkenalkan  diri.
Muhamad Buhar, selaku Guide, menjelaskan bahwa peserta didik harus belajar dan menguasai bahasa Inggris.
"Salah benar dalam belajar bahasa Inggris bukan jadi soal. Intinya ada keberanian untuk belajar. Ada kemauan yang kuat dari dalam diri. Terus dan teruslah belajar. Jangan pernah ada kata berhenti untuk belajar" pesan Buhar yang akrab disapa Boe Berkelana.
Nuraisya, Salah satu dari Peserta didik SMP Negeri 3 Sano Nggoang, mengatakan sangat senang belajar bersama dengan Mr. Callum.

" Tentunya kami sangat senang. Bisa bertemu dan beajar bersama Mr. Callum dari Australia. Banyak hal yang kami pelajari hari ini, bagaimana memperkenalkan diri dan belajar pengucapan yang benar. Ini sangat bermanfaat untuk kami" tegas Afy sapaan akrab dari Peserta didik kelas 8 ini.


#YosyKares# GuruPelosok

Jumat, 20 September 2019

Terus Berbenah, Menata Kelas menuju Sekolah Literat



Tidak ada kesuksesan yang datang tanpa melewati proses. Dan hasil yang baik tak pernah mengkhianati proses. Gerakan literasi sekolah (GLS) SMP Negeri 3 Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat - NTT terus berjuang. Terletak di pelosok selatan Kabupaten Manggarai Barat, dengan serba terbatas sarpras, tak menyurutkan semangat kami warga SPenTi-SN, untuk terus bergerak.   Belum lagi jaringan telpon internet yang tak kunjung juga datang.

Mari terus bergerak. Belum terlambat membuat mereka tersenyum maraih mimpi  mereka..


#Yosy Kares# Guru Pelosok

Rabu, 18 September 2019

Membumikan Literasi, Kreatifitas Tak Harus Mati


Giat gerakan literasi sekolah di SMP Negeri 3 terus dijalankan. Dengan adanya program  kerja  GLS yang telah dibahas dan ditetapkan oleh Kepala Sekolah, semua guru terus memacu kreatifitasnya dalam merancang model dan metode pembelajarannya.  Rancangan Prangkat Pembelajaran (RPP) diarahkan ke kegiatan literasi yang aktif melibatkan  peserta didik dalam pembelajaran.
Dengan kondisi sekolah yang letaknya jauh dari keramaian kota, dengan sarana yang jauh dari harapan, tidak lalu membuat kita tertidur tanpa kreatifitas.

Salam Literasi



#YosyKares #Guru Pelosok


Sabtu, 07 September 2019

Pojok Baca : Cintailah Cita-citamu

Pa, kenapa di atasnya bentuk "Love", kenapa tidak bentuk daun atau Bintang?
Tanya mereka di tengah kami SamA2 membuat pojok baca beberapa hari yg lalu.
Tak mau membiarkan mereka terlarut dalam kebingungan mereka, sambil mengecat, saya lalu menjawab...
"Tau ini bentuk apa?
"Hati pak, teriak mereka
Nah, hati itu lambang apa?
"Cinta pak.
Mantap, Nah nanti di bagian hati ini, kalian akan menuliskan cita2 kalian di kertas dan di Pampang di sini.
"Ow gitu ya pak? Sanggah mereka.
Iya... Agar kalian mencintai apa yang kalian cita2kan. Kalau sudah kalian mencintai, Pa Yakin kalian akan berjuang untuk menggapai cita2 itu, jawabku.

"Nah inilah pojok baca kelas kami.
Sudah terpampang cita2 mereka.

Semoga sukses anak-anakku.


//Yosy Kares//Guru Pelosok. Mengedukasi Anak Negeri

#WaliKelas
#ggd
#gurupelosok
#berkaryamencerdaskananakbangsa
#manggaraibarat

SMPN 3 Sano Nggoang Siap Membumikan Literasi

Praktek pendidikan perlu menjadikan sekolah sebagai  organisasi pembelajaran agar semua warganya tumbuh sebagai pembelajar sepanjang masa. Untuk mendukunganya, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, mengembankan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS memperkuat gerakan pertumbuhan Budi pekerti sebagaimana yang dituangka dalam Permendikbud nomor 23 tahun 2015.
GLS, sudah harus menjadi kebutuhan pokok dalam setiap proses pembelajaran.
Literasi adalah kunci untuk terus menerus belajar dan meningkatkan kompetensi agar peserta didik siap untuk masuk ke duania kerja.  Literasi harus dibekali kepada peserta didik, karena literasi sendiri merupakan salah satu keterampilan Abad 21 yang sangat dibutuhkan. Enam (6) Literasi dasar hendaknya dibekali secara baik dan terus menerus.

SMP Negeri 3 Sano Nggoang, Manggarai Barat, Sabtu (07/09/2019), telah melakukan rapat koordinasi untuk membahas sejumlah program GLS yang telah dirancang untuk dijalankan. Dengan Tim GLS yang telah terbentuk, dan Sejumlah program kerja yang akan dijalankan, diakhir rapat tersebut, semua Dewan guru dan pegawai SMPN 3 Sano Nggoang, sepakat untuk sehati sepikir dalam satu tujuan, mewujudkan SMP Negeri 3 menjadi sekolah yang Literat.



Salam



//Guru Pelosok//Mengedukasi Anak Negeri : Generasi Emas Bangsa
Yosy Kares

Sabtu, 17 Agustus 2019

Monolog "Kita Nyatakan, Kita Bersaudara", oleh Siswa SMPN 3 Sano Nggoang.



Perayaan Dirgahayu RI Ke-74 di Kecamatan Sano Nggoang, Panitia menyediakan ruang kepada setiap Sekolah untuk menampilkan Pentas Seni. Salah satu Sekolah yang tampil yaitu SMP Negeri 3 Sano Nggoang. SpenTi-SN menampilkan Monolog karya"Abdi Keraf " pada sabtu siang (17/08/19) di lapangan sepak bola Kecamatan Sano NggoangPeserta yang ikut bermain dalam pementasan tersebut berjumlah 32 orang siswa dan 1 orang Guru yang membacakan narasi monolognya.

Edi yang berperan sebagai  pemain Utama, masih duduk di kelas VIII, Siswa-siswi yang lain berperan sesuai Profesinya masing-masing. Ada yang menjadi Guru, Bidan, Pengusaha, Olahragawan, Tokoh Agama, dan Petani. Mereka menujukan kemampuannya dalam panggung seni. Penampilan monolog dari SpenTi-SN sangat relevan dengan tema Dirgahayu RI Ke-74 yaitu SDM Unggul, Indonesia Maju.
Melalui pantauan Jurnalistik SpeNTi, Monolog dengan tema "kita bersaudara" berhasil menghipnotis Audiens yang menyaksikan langsung pementasan tersebut. Pementasan dihadiri oleh Camat Sano Nggoang beserta seluruh Peserta Upacara setiap Sekolah dalam wilayah Sano Nggoang. Teriakan dan tepuk tangan mewarnai proses pementasan, Hal tersebut menggambarkan pesan yang tersirat dalam monolog menyentuh relung kalbu serta tersampaikan kepada khalayak penonton. 

Adapan pesan yang melekat dalam pentas, "Kita nyatakan-kita adalah Saudara". mengenai realitas keberagaman yang ada harus terawat, kemudian petuah dari orang tua kepada genersi muda yang menitipkan kemajuan bangsa dipundaknya. Pemuda harus mengambil peran dalam mengisi Kemerdekaan RI Ke-74, karena maju mundurnya sebuah bangsa tergantung peran pemudanya.

Yossy Kares selaku pelatih monolog, mengapresiasi pementasan  Siswa-siswi SpenTi-SN yang berhasil menunjukan kemampuan mereka dalam panggung kesenian. "anak-anak tampil luar biasa, khusus Edi yang berperan sebagai orang tua (pemain utama) total. Selain itu penampilan tadi untuk membina mental dan kepercayaan diri anak-anak", Ujar Pria berkumis tersebut.


//Jurnalistik SpenTi-SN//
Penulis : Muhamad Suman, S.Pd.Gr.